Saturday, January 27, 2007
Friday, January 26, 2007
Tokoh Unik Abuya Ashaari (2-Habis)

DARI mana Abuya memperoleh dana yang besar untuk mendirikan banyak proyek perniagaan dan kegiatan sosial lainnya? Beberapa undangan dalam peluncuran buku biografi Abuya ingin memperoleh rahasia pengembangan proyek-proyek ekonomi Rufaqa yang sangat memikat itu.
Seperti dijelaskan salah seorang istrinya, Khadijah Amm, dan putra keduanya Nizamuddin, Abuya sering menyatakan dananya dari Allah, atau disebutnya modal dari Tuhan. Dia mengaku tidak pernah pinjam uang dari bank untuk aktivitas Rufaqa. Sebab, uang dalam bank ada unsur riba.
Dia meyakini kebenaran ayat Alquran, yang menyatakan Allah akan memberi rezeki yang kadang tidak terduga sebelumnya kepada orang-orang yang bertakwa. Karena itu, ketakwaan keluarga besar Abuya dan pengikut Rufaqa terus diintensifkan.
Tiap malam, semuanya harus rajin menjalankan shalat tahajud, berzikir, dan berdoa. Selain itu, juga harus ikhlas dalam menjalankan perintah Allah dan kebaikan-kebaikan lainnya.
Aktivitas itu terus dijalankan tiada henti sampai sekarang. Bahkan, dewasa ini Rufaqa memiliki 500 motivator yang bertugas memberikan motivasi kepada seluruh pekerja/aktivis yang terlibat dalam usaha dan segenap kegiatan organisasi, dengan harapan mereka tetap istiqamah (konsisten) menjalankan tugas kesehariannya.
Modal awal hanya diperoleh dari keluarga dan anak-anaknya. Tidak dijelaskan berapa nominalnya. Bagi Abuya, yang penting usaha memajukan Islam dan umatnya harus dijalankan dengan ikhlas untuk mencapai rida Allah. Prinsip dasar itu ditanamkan terus-menerus dalam semua kegiatan, termasuk dalam proses pembelajaran di bangku sekolah. Sebab, dengan cara itu segala program akan berjalan lancar karena memperoleh pertolongan dari Allah.
Budi Hartanto, Koordinator (Pengarah Negeri) Rufaqa Semarang menyatakan tidak mengetahui berapa besar omzet perniagaan Rufaqa dan asetnya. Tetapi, pendirian usaha-usaha perniagaan di cabang, termasuk di Indonesia, selalu dibantu Rufaqa Pusat. Misalnya ingin mendirikan usaha perlu Rp 3 miliar dan cabang baru memiliki dana Rp 1 miliar, Abuya akan membantu kekurangannya.
''Kalau sistem waralaba, cabang harus membayar royalti ke kantor pusatnya. Namun, Abuya tidak melakukan hal itu,'' jelas Budi.
Rufaqa Semarang yang berkantor di Jl Tlogosari Raya I/23 juga memiliki banyak program, seperti usaha perdagangan/bisnis, percetakan, bengkel, dan keagamaan. Tetapi karena tahap awal, kegiatan-kegiatan itu belum banyak dikenal masyarakat.
''Pekerjaan rumah (PR) kami masih banyak,'' tambahnya.
Menyayangi Sesama
Prinsip lain yang juga selalu ditanamkan Abuya adalah menyayangi sesama, termasuk orang-orang yang tersisihkan. Kasih sayang itu harus diwujudkan dalam praktik hidup keseharian, bukan sekadar retorika. Rasa kasih sayang terhadap sesama itu hakikatnya merupakan manifestasi dari ketakwaan kepada Allah. Seseorang tidak bisa disebut bertakwa jika dalam kesehariannya tak memiliki kepedulian terhadap sesama.
''Misalnya, kita menyaksikan ada orang bersitegang dengan sopir angkutan umum karena uang yang dibayarkan masih kurang, sedangkan di kantungnya tak ada serupiah pun. Jika melihat adegan semacam itu tidak membantu, kita belum bisa disebut sebagai orang bertakwa, sekalipun tiap hari rajin shalat lima waktu. Shalat yang dijalankan belum mampu membentuk akhlak islami,'' tutur Sudarta, warga Jatingaleh, Semarang.
Prinsip menyayangi sesama juga diwujudkan oleh Abuya dalam pengelolaan perekonomian/perniagaan. Contohnya, dalam perdagangan seseorang tidak boleh mengambil untung terlalu besar, apalagi sampai memberatkan konsumen/pembeli.
Selain itu, dalam proyek perniagaan ada outlet khusus bagi orang kurang mampu. Mereka yang datang ke outlet tersebut boleh membayar semampunya. Tidak ada harga yang dipatok. Ketika ada pembeli, penjaga outlet justru bertanya, ''Bapak/Ibu punya uang berapa?''
''Bagi kita, hal itu tidak lazim. Tetapi itulah, yang dijalankan Abuya. Pak Asa Munawar, warga Kauman Semarang, ketika berkunjung ke tempat Abuya kaget. Sewaktu akan membeli barang yang dijajakan, penjaga outlet bertanya, Bapak punya uang berapa?'' cerita Budi Hartanto.
Asa Munawar yang sudah empat kali datang ke markas Abuya di Rawang, Selangor, Malaysia menyatakan kekagumannya atas gerakan Rufaqa dalam mewujudkan sistem hidup yang islami. Dia merasa sangat damai hidup dalam masyarakat yang dibangun Abuya. Bahkan, dia ingin sekali bisa pindah ke Rawang, karena hidup di temoat itu sangat tenang. Semua hidup menurut cara Nabi Muhammad, sehingga tidak ada kekhawatiran apa pun, baik terhadap diri sendiri maupun anak istri.
Ketika Islam mendapat penilaian negatif dari Barat setelah serangan teroris terhadap gedung WTC di Amerika Serikat beberapa waktu lalu, Abuya mengirim grup nasyid perempuan ke beberapa negara Eropa untuk pentas perdamaian. Tujuannya untuk memperlihatkan kepada Barat bahwa Islam bukan agama kekerasan dan terorisme, melainkan agama yang cinta damai.
Untuk membangun kebersamaan, dalam Rufaqa selalu diajarkan shalat tepat waktu dengan berjamaah. Bahkan, saat bepergian juga dianjurkan tidak sendirian, tetapi berjamaah. Setidaknya dua orang. Mengapa?
''Ya itulah, cara hidup Nabi. Barangkali kalau ada sesuatu, ada yang menolong atau membantu,'' kata Sutrimo Yusuf, pengusaha mebel asal Jepara.
Masih banyak kehebatan ajaran ataupun pribadi Abuya yang ditulis Ny Khadijah Aam, termasuk masalah keluarganya yang berpoligami dan kejadian-kejadian ajaib yang dialami suaminya. Semua itu memperkuat keyakinan sebagian orang bahwa Abuya adalah pembaharu (mujaddid) yang menurut hadis Nabi akan datang seorang pada tiap abad.(Sudarto-64a)
Kisah Tokoh Unik Abuya Ashaari (1)

Pemimpin Rufaqa (dulu bernama Darul Arqam) Abuya Ashaari Muhammad (69) dari Malaysia, belum lama ini meluncurkan buku biografinya di Hotel Sultan (Hilton) Jakarta. Berikut laporan wartawan Suara Merdeka, Sudarto, yang meliput acara itu.
HAMPIR semua orang yang pernah bertemu dan bergaul dengan Abuya memberikan penilaian serupa. Lelaki yang pernah ditahan sepuluh tahun pada masa pemerintahan PM Mahathir Mohamad itu merupakan sosok pemimpin organisasi Islam yang hebat. Para pengikutnya di Rawang, Selangor, Malaysia menyebutnya sebagai pemimpin paling ajaib pada zamannya.
Bahkan melihat kehebatannya itu, seorang dosen Universitas Malaya, Dr Anwar Zein, akhirnya memeluk agama Islam. Sosiolog itu berkenalan dengan Abuya bermula dari kegiatannya dalam penelitian tentang kehidupan tarekat di Malaysia. Dari mengikuti pemikiran dan aktivitas Abuya dalam Rufaqa, akhirnya dia tertarik menjalankan ajaran Islam, dan jadilah dia seorang muslim.
''Bagi saya, Abuya berbeda dari pemimpin organisasi Islam lainnya. Hidup bermasyarakat gaya Abuya sungguh sangat damai, baik secara spiritual maupun duniawiyah. Dia mencoba mempraktikkan ajaran Islam sesuai dengan apa yang diajarkan Nabi,'' katanya.
Dalam acara peluncuran buku biografi yang ditulis salah seorang istrinya, Khadijah Aam, panitia juga memutar film pendek tentang pengakuan dan kesaksian banyak tokoh mengenai Abuya. Mereka tidak hanya dari Malaysia, tetapi juga dari Indonesia, Filipina, Yordania, Suriah, Inggris, dan Prancis. Semua mengagumi perjuangan Abuya dalam memajukan Islam.
Mereka meyakini Abuya bukan sekadar pemimpin Islam, melainkan pembaru (mujaddid). Itu dilihat dari gerakan yang ditampilkan, yang meliputi semua sektor kehidupan, baik akidah, ibadah, maupun amaliah, seperti praktik perekonomian, kesehatan, pendidikan, dan budaya. Semuanya ditangani secara bersamaan dan komprehensif.
Hebatnya, hampir semua bidang yang dikelola itu berkembang pesat. Bahkan dalam tujuh tahun, Rufaqa telah memiliki 14 swalayan, 10 pusat perniagaan (usaha), puluhan unit angkutan umum, usaha perkebunan dan pertanian, grup nasyid dan usaha rekaman, klinik-klinik kesehatan, dan sebagainya. Semuanya sekitar 700 proyek usaha. Tidak hanya di Malaysia, tetapi juga di negara-negara lain, termasuk di Indonesia.
Tidak Hancur
Sesudah Darul Arqam dibubarkan oleh pemerintahan PM Mahathir Mohamad dengan tuduhan bermotif politik, gerakan Abuya tidak hancur, walaupun pemimpinnya ditahan sepuluh tahun. Sebaliknya, setelah berganti nama Rufaqa, gerakan itu meluas dengan cepat sampai ke Timur Tengah, Eropa, dan Australia. Ketika bernama Darul Arqam, gerakan itu baru berkembang di Malaysia dan negara-negara sekitar.
Sutrimo Yusuf, pengusaha mebel asal Jepara yang telah berulang-ulang berkunjung ke markas Abuya di Malaysia mengatakan, pelarangan terhadap Darul Arqam adalah konspirasi politik antara sekelompok penguasaha dan penguasa. Kelompok pengusaha khawatir jika usaha Abuya besar, bisa menjadi saingan berat mereka. Bisa-bisa, umat Islam Malaysia beralih mengonsumsi produk-produk Darul Arqam yang berlabel islami.
Hal senada juga dikemukakan fungsionaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kamarussamad. Dia menyatakan pelarangan terhadap Darul Arqam itu politis. Padahal berdasarkan pengamatannya, gerakan Abuya murni masalah keagamaan ataupun sosial budaya. Abuya benar-benar mencoba mempraktikkan ajaran Islam secara menyeluruh (kaffah), tidak hanya dalam peribadatan, tetapi juga masalah keduniaan. Karena itu, dalam dakwahnya, dia garap pula perekonomian umat.
''Saya sudah mengunjungi pusat-pusat perniagaan Rufaqah. Semuanya murni merupakan praktik ajaran Islam dengan mencontoh apa yang dipraktikkan Nabi Muhammad,'' jelasnya.
Syeh Nizamuddin, putra kedua Abuya, mengungkapkan, apa yang dipraktikkan Rufaqa adalah cara Nabi membangun masyarakat muslim Madinah. Masyarakat yang semula tidak punya apa-apa karena saat hijrah dari Makkah semua harta tidak bisa dibawa, dalam beberapa tahun berubah menjadi masyarakat muslim dengan kekuatan ekonomi yang spektakuler. Bahkan, Madinah akhirnya menjadi pusat pemerintahan Islam yang mampu membangun peradaban baru di Timur Tengah.
''Cara Nabi membangun masyarakat muslim Madinah inilah yang dicontoh Abuya. Dia mencoba meletakkan dasar-dasarnya,'' tuturnya. (64n)
SUMBER: SUARA MERDEKA
Malaysian 'Mawaddah' Peforms Nasyid For Special People

Bandar Seri Begawan - A Malaysian Group "Mawaddah" performed a Nasyid to entertain the members of the Pusat Ehsan in kampong Bengkurong yesterday.
The Nasyid performance received an encouraging response from the Pusat members as well as their families.
Mawaddah was established last year with its concept to attract the community to love Allah through their songs. The group has 23 members. Through their songs, they are trying to send a message that Islam is a religion full of love.
The group made their appearance at the Pusat Ehsan to entertain the special people here for they deserve that extra love and care.
As a non-profit group, Mawadah came to Brunei at the request from members of the public. They will make another performance in Kuala Belait on July 24. -- Courtesy of Radio Television Brunei
Brudirect.com News
Mawaddah Tampil Memukau - Borneo Posts

Pontianak,- Konser Grup Nasyid Mawaddah International, di Pontianak Convention Center, Sabtu (30/7) malam berhasil memukau penonton. Mereka tampil dengan 10 orang personel putri, termasuk empat vokalisnya yakni Fatim, Salsabilla, Nur Ashikin dan Siti Hafsah.
Acara dibuka oleh penampilan grup nasyid Abil, salah satu finalis Festival Nasyid Indonesia (FNI), dan dihadiri Walikota Pontianak, dr Buchary A Rahman.
Perwakilan Rufaqa' Jakarta sekaligus Penasihat Motivasi Mawaddah, Teuku Abdurrahman mengatakan, nasyid Mawaddah menyampaikan pesan-pesan tentang Tuhan. "Dengan nasyid orang tidak merasa digurui bahkan tak terasa hati mereka akan tercabik-cabik. Semoga Allah mencerahkan hati, membuka hati untuk menerima pesan dari Allah," ujar Teuku Abdurrahman.
Mawaddah yang telah berkeliling dunia dengan tugas mulianya tiba di Pontianak. Mereka terlihat begitu percaya diri di atas pentas. Tampil dengan menyajikan suatu hiburan yang komplit. Mulai dari nyanyian yang menyentuh kalbu, tarian Sufi yang indah dan gemulai, puisi yang menggetarkan jiwa, lantunan alat musik yang dimainkan dengan serasi, hingga drama yang mengajak penonton untuk senantiasa mengingat Tuhan.
Tak sedikit hadirin yang terharu saat Naman Miftahul Jannah membawakan puisi berjudul Tipuan Nafsu. Air mata mengalir membasahi pipi karena terbuai dengan suara dan bait-bait yang indah. Mengingatkan kebesaran Tuhan yang seringkali terlupakan akibat tipu daya nafsu dan dunia.
Sementara itu personel Mawaddah yang ditemui setelah pementasan mengaku sangat senang walaupun mereka terlihat letih. "Kami merasa sangat berbesar hati sudah menyampaikan pesan Tuhan kepada orang Pontianak. Misi kami yang pertama dan terutama adalah mengajak untuk mencintai Tuhan dan menyayangi sesama. Masalah capek itu sudah biasa, kami rela berkorban untuk Allah," ujar Salsabilla, vokalis Mawaddah.
"Kami menghadiahkan lagu doa untuk Indonesia sebagai wujud dari rasa sayang kami sebagai sesama mahluk ciptaan Tuhan. Kami harap pesan Tuhan yang kami sampaikan dapat memperkenalkan Tuhan dan Islam sebenar-benarnya," kata Fatim vokalis Mawaddah sekaligus putri dari pemimpin Rufaqa' Abuya Sheh Imam Anshari Muhammad Al-Tamimi. Saat ditanya mengenai tanggapan mereka terhadap masyarakat Pontianak mereka mengaku sangat simpatik. "Orang-orang di sini sangat ramah dan baik-baik. Semoga suatu saat nanti kami bisa kembali mengadakan tour di sini," ujar Salsabilla lagi.
Pengunjung Pontianak Convention Center benar-benar dibuat terlena dengan konser Mawaddah. Apalagi ditambah dengan lagu khusus yang mereka persembahkan untuk Indonesia, yaitu Narkoba dan Doa Untuk Indonesia. Membuat penonton tak ingin sedetik pun beranjak dari tempat duduk mereka. "Subhanallah, bagus sekali penampilan mereka. Didukung dengan suara yang merdu membuat hati tergerak mengingat kebesaran Tuhan," ungkap salah satu penonton yang hadir. "Penampilan mereka sangat bagus membuat kami sebagai generasi muda menjadi lebih baik," ujar Tri penonton yang mengikuti konser Mawaddah.(lik)
Wednesday, January 24, 2007
Monday, January 22, 2007
Saturday, January 13, 2007
Maksud Sohibuzzaman
1. Orang yang paling arif atau kenal Tuhan di zamannya
2. Yang sangat mendalam rasa bertuhan dan rasa kehambaan
3. Yang sangat mendalam ilmu hati manusia
4. Dia dapat ilham dari Tuhan
5. Sangat faham mendidik manusia dan memberi kesan
6. Peristiwa-periwtiwa di zamannya, dia sangat faham
7. Sekali-sekala mendapat berita ghaib dari Tuhan
8. Dia sentiasa mendapat petunjuk dari Allah Taala
9. Orang yang paling bertaqwa di zamannya
10. Manusia di zamannya mendapat berkat daripadanya - Dengan sebabnya mereka diberi rezeki, dibantu, diberi keselamatan dan mendapat ilmu - Ada orang yang dijauhkan bala bencana kerananya
11. Doanya kabul, orang boleh bertawasul kepadanya
Sekian.
SZ adalah Sohibuz Zaman.. atau pemilik zaman. di setiap zaman, pastilah ada orang yang Tuhan utus untuk mewarisi zaman itu. contohnya para mujaddid. misalkan Imam Ghazali, mujaddid kurun ke-5, dialah SZ di zaman itu. segala sesuatu yang berlaku di zaman itu adalah karenanya. apabila ada raja yang melempar cincinnya ke laut dan meminta Imam Ghazali untuk mencari cincin tu di dalam lautan, dengan keramatnya sebagai SohibuzZaman, ia dapat temukan cincin tu... SZ adalah karenanya dunia Tuhan selamatkan. yang besar adalah SohibuZzaman di akhir zaman yang akan membangunkan tapak daulah ummah kedua. ia lah pemilik zaman itu. bahkan ia dapat memproses seluruh hati2 manusia di zaman tu dengan keramat dan kebesaran yang Tuhan tlah anugrahkan kepadanya. gempa, banjir, kebakaran, atau apa jua yang berlaku di zamannya adalah karenanya, untuk menginsafkan manusia agar sedar semula. mengapa sampai begitu sekali Tuhan memuliakan SZ tu ? karena ketaqwaannya yang luar biasa pada Allah Ta'ala, hinggakan dunia ni Tuhan serah padanya. Dunia ni diwarisi untuk orang2 bertaqwa.. kalau sudah menjadi orang Tuhan, segala apa jua kan Tuhan bagi kepadanya.. begitulah kebesaran orang2 Tuhan... Rasulullah adalah Sohibul Azman, pemilik zaman dari awal lagi hingga dunia ni dikiamatkan Tuhan.... dan... yakinlah hanya Pada Sohibuzzaman ada keselamatan dunia dan akhirat
Monday, January 8, 2007
Jangan Mudah Menunding

Saya bukan berniat untuk membela Ashaari. Jika benar Ashaari dituduh sesat oleh kerajaan, guru agama mana yang ditugaskan ditugaskan untuk membetulkan akidahnya atau sekadar mengawasi Ashaari di pintu pagat Jika JAKIM memain peranan yang betul, tidak mungkin Ashaari akan terus sesat hingga ke hari ini, malah kerajaan langit Ayah Pin pun mengambil waktu lebih 15 tahun baru berjaya diruntuhkan. Sebenarnya kerajaan perlu memberi sokongan moral keinginan murni Rufaqa untuk membina rangkaian perniagaan dan jangan mudah menghukum. Jika ada pengikut Ashaari yang tersalah cakap, itu bukan Ashaari. Sekalipun Ashaari masih tersalah cakap, ia juga perlu diperbetul dengan cara alam tariqat itu sendiri. Kalangan ahli Rufaqa adalab Melayu Islam dan golongan ini jauh sekali tidak terbabit dengan “ali baba’ perniagaan.
Ashaari Tak Sesat ? - Buletin Rakyat
Dr M Jumpa Ashaari ? - Buletin Rakyat
Sunday, January 7, 2007
Awas ! Jagalah Lidahmu
Pemimpin Yang Dibantu Allah Tidak Diduga Bangunnya
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atau sebahagian yang lain beberapa darjat agar mereka dapat menggunakan sebahagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dan apa yang mereka kumpulkan.”— Az Zumar; 31-32
Jadi, tidak bolehlah kita menganggap itu kepunyaan kita dan hasil kuasa kita, hingga kerana itu kita memandang orang lain hina, rendah dan tidak layak menerima rahmat dan kurniaan istimewa dan Allah.
Kisah kenaikan Thalut sebagai pemimpin Bani Israil sungguh di luar dugaan pembesar-pembesar Bani Israil. Walaupun pada mulanya merekalah (pembesar) yang meminta dilantik seorang pemimpin untuk menentang kekejaman bangsa Rom di bawah pimpinan Jalut. Tapi apabila Allah datangkan pemimpin itu, mereka menentangnya. Hal ini ada disebut dalam Al Quran yang bermaksud,
Begitulah kontroversi yang berlaku dalam masyarakat Bani Israil di bumi Palestin, sewaktu Thalut menjadi pemimpin. Oleh kerana Thalut seorang rakyat biasa yang bekerja sebagai petani, bukan dan golongan atasan, bangsawan, hartawan atau cendekiawan, maka terujilah golongan atasan itu untuk menerima kepimpinan Thalut. Rasa terhinalah mereka untuk mengikut Thalut, kerana mereka rasa lebih mulia dan lebih layak. Walaupun waktu itu mereka benar-benar perlukan seorang pemimpin, tapi mereka telah menentang Thalut. Mereka tidak mahu jadi pengikut dan tidak mahu taat. Namun kerana Thalut dilantik sendiri oleh Allah dan dibantu-Nya, maka walau sehebat manapun tentangan yang diterima dari musuh-musuhnya luar dan dalam, dia tetap berjaya mengalahkan Jalut.
Friday, January 5, 2007
Pemuda Bani Tamim Perintis Jalan Imam Mahdi - Perjuangannya Di Awal Kurun
“Allah akan mengutus pada umat ini (umat Rasulullah SAW) di setiap awal 100 tahun (awal kurun) seorang mujaddid (reformer) yang memperbaharui urusan agamanya."
Beruntungnya kita sekarang hidup di awal kurun, yakni di awal kurun ke-15 H, dimana Allah telah menjanjikan di setiap awal kurun (awal 100 tahun) akan datang seorang mujaddid (reformer). Berarti kalau usia kita masih dipanjangkan Allah, tak lama lagi kita akan bertemu dengan mujaddid (reformer) kurun ini. Para mujaddid ini sejak kurun pertama hijrah hingga kini sudah ada sekurang-kurangnya 14 orang semuanya. Mereka termasuk kategori ulama akhirat yang berwatak Rasul. Hanya saja mereka ini mempunyai ciri khusus lainnya yaitu “lahirnya di awal kurun dan mempelopori pembaharuan di kurun itu", maka mereka diberi nama Mujaddid atau reformer.
Siapakah yang disebut dengan mujaddid itu?
Kata tajdid herarti ‘pembaharuan’ atau sekarang populer dengan sebutan reformasi. Sedangkan Mujaddid bererti pembaharu atau reformer. Apakah yang diperbaharuinya? Syariat Islam ? Sekali-kali tidak. Memperbaharui syariat semata-mata tugas Rasul. Sedangkan Mujaddid berperan dalam memperbaharui teknik/uslub/metode untuk melaksanakan syariat tersebut yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Namun syariatnya tetap syariat yang di bawa oleh Rasulullah SAW sebagai sayyidil mursalin (penutup bagi segala Rasul).
Mengapa mereka perlu memperbaharui urusan agama, sedangkan agama Islam sudah sempuma di tangan Rasulullah SAW semenjak turunnya surat Al Maidah ayat 3.
Untuk menghindari kekeliruan perlulah dipahami apa maksud pembaharuan itu. Yaitu bukan bermaksud mengubah ‘atau menambah sesuatu ke dalam ajaran Islam yang telah termaktub lengkap dalam Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah. Para Mujaddid bukan membuat ajaran-ajaran baru yang berbeda dengan ajaran Islam asal yang dibawa oleh Rasulullah, Bapak Mujaddid itu.
Apa yang diperbaharui oleh para mujaddid tentang agama ini ialah dari sudut pengamalan Islam oleh orang-orang di zaman beliau dilahirkan. Kita harus memahami bahwa
Pemuda Bani Tamim Perintis Jalan Imam Mahdi -Pentingnya Peranan Pemuda Bani Tamim
“Dan Ibnu Umar r.a. bahwa Nabi SAW sambil memegang tangan Sayidina Ali telah bersabda: “Akan keluar dan sulbi ini seorang pemuda yang akan memenuhi bumi ini dengan keadilan (Imam Mahdi) . Maka apabila kamu menyakini yang demikian itu, hendaklah kamu bersama pemuda dari Bani Tamim. Sesungguhnya dia datang dari sebelah timur dan dialah pemegang panji-panji Al Mahdi.”(Riwayat At Thabrani)
Berdasarkan hadits di atas jelaslah bahwa kebangkitan Islam di akhir zaman terjadi di tangan seorang pemuda dan Bani Tamim. Bani Tamim adalah salah satu cabang dan kabilah Quraisy. Yakni pemuda yang dikatakan akan menyerahkan panji-panji hitam kepada Imam Mahdi. Dengan kata lain perjuangan Pemuda Bani Tamim dan Imam Mahdi berkait erat dan sambung-menyambung.Pemuda Bani Tamim ibarat switch, sedangkan Imam Mahdi sebagai lampunya. Apabila switch tidak ditekan, maka lampu tidak akan menyala. Artinya Imam Mahdi belum akan ‘zahir’ bila Pemuda Bani Tamim belum membuat tapaknya.
Pemuda Bani Tamim merintis jalan kemudian disambung oleh Imam Mahdi yang akan menegakkan Ummah. Perjuangan dua orang pemimpin ini seperti perjuangan Nabi Harun as. dan Nabi Musa as, yakni berjuang bersama dalam satu zaman dengan mind dan metode yang sama. Kalau diibaratkan orang yang sedang membangun rumah, maka Pemuda Bani Tamim adalah orang yang membangunkan pondasi rumah itu. Untuk membangun rumah yang kokoh tentulah pondasinya harus kuat. Imam Mahdi bertugas membangun rumah tersebut, melengkapinya dengan dinding, atap, pintu, jendela, lantai dan sebagainya. Sedangkan Nabi Isa berperan untuk menyempumakan rumah itu, mengisi dengan perabot, menata, serta menghiasinya dengan seindah mungkin. Demikianlah gambaran peranan tiga orang pemimpin besar kurun ini.
Mengingat pentingnya peranan Pemuda Bani Tamim sudah sepatutnya umat Islam berusaha mencarinya agar dapat dalam kebenaran serta ikut berperan dalam perjuangannya. Bersamanya kita akan mendapat keselamatan dan kejayaan di dunia dan di akhirat.
Tetapi tidak tertutup peluang bagi setiap pemimpin yang memiliki cita-cita Islam yang tinggi atau pun bagi para ulama yang merasa dirinya mampu, yang dapat berusaha menjadikan dirinya Pemuda Bani Tamim, siapa tahu dia adalah Pemuda yang disabdakan. Seperti halnya para sahabat berlomba-lomba untuk membuktikan sabda Rasulullah SAW bahawa konstantinopel akan jatuh ditangan pemimpin yang baik, dengan harapan di tangan merekalah terjadinya janji itu.
Oleh kerana itu, siapa pun dipersilakan untuk merebut peluang ini. Tidak salah dan tidak keterlaluan bila seseorang berlomba-lomba membuktikan dirinya sebagai Pemuda Bani Tamim selagi tanda-tanda besarnya belum terjadi. Bahkan sepatutnya begitu supaya kita sensitif dan serius terhadap setiap janji-janji Allah.
Namun sekiranya kita mampu untuk mencapai cita-cita yang amat tinggi itu kita mesti melihat dan mencari kalau ada orang lain yang mampu dan memang sedang bersungguh-sunguh merintis jalan. Bila ternyata ada seseorang pemimpin dan jemaahnya yang telah mampu membuat model masyarakat Islam, maka bergabunglah dengan perjuangannya dan jangan tunda-tunda lagi.
Pemuda Bani Tamim Perintis Jalan Imam Mahdi
PEMBELA tidak lama lagi tiba
membawa cahaya harapan
Wednesday, January 3, 2007
RAHSIA PEMBENTUKKAN KELUARGA SUPER - 6
Mencungkil Rahsia Keagungan Syariat Tuhan - Poligami
Poligami - Pembelaan untuk wanita
"Satu penyakit sosial yang sedang menyusahkan masyarakat kita hari ini ialah masalah 'single' - andartu, ibu tunggal dan janda. Walau apapun punca berlakunya masalah ini, hakikatnya ia sudah wujud dan telah menjadi realiti yang menyayat hati. Membiarkannya begitu saja tanpa berusaha menyelesaikannya, samalah seperti membiarkan pesakit tanpa diubat, itu satu kekejaman."
"Jarang kita jumpa lelaki 'single' di usia tiga puluhan. Tetapi selalunya ramai wanita di usia begitu masih belum berkahwin. Sedangkan keinginan berkahwin adalah satu kehendak fitrah yang kalau tidak dipenuhi, jiwa tersiksa dan menderita.
Salah satu tanda akhir zaman ialah bilangan wanita lebih ramai dari lelaki. Itu maksud hadis. Ia sedang berlaku, akan terus berlaku, bahkan akan lebih kronik dari masa ke masa. Dunia intelektual hari ini sepatutnya memikirkan cara untuk mengatasi ketidakseimbangan nisbah bilangan wanita dengan lelaki ini. Supaya semua wanita terbela dan bahagia kerana dapat suami dan anak-anak. Jadi apakah jalan keluar yang sebaik-baiknya untuk masalah ini?
Saya tidak nampak cara lain yang lebih baik daripada poligami. Walaupun pahit tetapi itulah cara untuk menghiburkan duka lara sebahagian daripada kaum sejenis kita. Tidaklah sepahit dilabel andartu atau 'single' sepanjang masa.
Bagaimanapun tidak dinafikan 'single-single' dan andartu yang lebih rela tidak berkahwin daripada berkongsi suami. Dalam sejarah, ada wanita yang tidak mahu berkahwin iaitu Rabiatul Adawiyah. Tetapi dia benar-benar bahagia tanpa kahwin. Cintanya pada Tuhan membunuh nafsunya pada lelaki. Hingga dengan tidak berkahwin itu sedikit pun tiak menyusahkannya bahkan itulah kebahagiaan baginya. Tapi bagi kebanyakkan wanita, tidak berkahwin akan menimbulkan macam-macam masalah pula, lebih selamat kalau dia berpoligami, daripada langsung tidak berkahwin."
Ustazah Laila Ahmad, isteri kedua (daripada empat isteri)
Motivator
Pil Pahit Untuk Kesihatan Iman
" Keindahan poligami sebenarnya hanya mungkin terasa bagi orang-orang yang beriman dan yang memprjuangkan iman.
Apabila seseorang sudah menjadikan cita-cita hidupnya untuk beriman dan bertaqwa, maka waktu itu poligami akan menjadi penting untuk dipraktikan, demi mendidik dan menyuburkan iman. Ini kerana dalam rumahtangga poligami. Setiap saat dan ketika, wanita sentiasa berhadapan dengan ujian yang mencabar nafsunya.
Ujian-ujian inilah yang akan mendekatkan diri kita dengan Tuhan hingga timbul rasa cinta dan takut kepada Tuhan. Gelombang rasa itu akan membentengi dirinya daripada bertindak liar, atau derhaka dengan Tuhan. Walaupun nafsu itu, dirasanya seperti menelan ubat yang cukup pahit. Walaupun cukup pahit, tapi hasilnya kesihatan akan pulih."
Puan Sakinah Hamzah, isteri pertama (daripada empat isteri)
Tanda Kasih Allah dan Rasul
"Sangat terasa oleh saya bahwa poligami merupakan tanda kasih sayang Tuhan pada wanita. Ia juga lambang kecintaan Rasul pada umatnya. Melalui poligami kita terlatih untuk mengorbankan sikap mementingkan diri sendiri, sombong, tamak, hasad dengki, dendam kesumat dan gila dunia. Tuhan mahu kita menjadi ibu-ibu manusia yang benar-benar berwtak ibu, mementingkan orang lain, merendah diri, pemaaf, pemurah berwatak akhirat, berjuang di jalan Allah dan lain-lain. Sanggup berkongsi haknya, saling bantu-membantu dan merendah diri. Kesemua itu modalnya ialah iman dan taqwa. Sejarah membuktikan Rasulullah dan para Sahabat membangunkan kegemilangan umat Islam bermula dengan rumahtangga. Institusi Kekeluargaan adalah tapak perjuangan. Bermodalkan taqwa mereka mencabut mazmummah lalu dapatlah ukuwahdan keselarasan membangunkan empayar Islam
Kak Lin, Isteri ke 4(daripada 4 isteri).
Bekas guru
Bukan salah poligami
"Poligami gagal bukan kerana suami tidak mampu. Bukan pula kerana suami tidak adil, tidak bertanggungjawap. Bukan pula kerana isteri tidak cantik. Tidak juga kerana isteri tidak pandai melayan suami. Pun bukan kerana isteri tidak cukup nafkah. Kegagalan itu adalah disebabkan lemah iman atau tiada iman.
Umpamanya matinya sepohon pokok bukan kerana batangnya lemah. Bukan kerana rantingnya patah. Bukan kerana daunnya kekuningan. Bukan kerana bunganya layu atau kerana buahnya sedikit. Kematian itu sebenarnya berpunca daripada sesuatu kekurangan atau kelemahan yang ditanggung oleh akar pokok itu. Akarnya yang lemah hingga kesannya menyebabkan bahagian-bahagian pokok yang lainnya turut susah, lalu lahirlah gejala-gejala seperti yang disebutkan tadi, hingga akhirnya membawa maut.
Namun oleh kerana akar itu berada di dalam tanah, tiada siapa yang nampak baik dan buruknya, maka manusia sering mepukan fungsi akar. Seolah-lah akar tiada tiada peranannya. Lalu diandaikan nasib pokok itu bergantung kepada batang, daun, bunga, biji benih atau lainnya. Manusia lupa bahawa baik buruknya pokok bergantung pada akarnya.
Demikianlah halnya dengan manusia. Gejala kehidupan manusia:khususnya poligami; bukan kerana kecacatan-kecacatan lahiriah manusia, tapi adalah kerana roh atau jiwa manusia sudah sakit. Roh itu adalah penentu bahagia tidaknya manusia. Ertinya bukan poligami yang salah, bukan orang lain, tetapi diri kita sendiri. Oleh itu saya tegaskan lagi bahwa kegagalan poligami bukan salah poligami. Tetapi salah kita kerana tidak cukup iman. Bila tidak ada iman, bukan saja poligami yang gagal, tetapi hidup manusia itu sendiri tidak bermakna. Hanya wanita yang menjadikan Tuhan cinta agung sahaja yang boleh menjayakan poligami ini, iaitu mereka yang mempunyai sifat 'dengar dan patuh!'
Kesimpulannya, poligami bukannya wajib, Cuma ia dibenarkan (harus). Maka melakukannya atau tidak, bukanlah satu kesalahan. Bagi yang tidak mahu melakukannya, nitakan kerana Allah, agar jadilah ia sebagai ibadah. Begitu juga yang mahu melakukannya, niatakan kerana Allah, moga-moga jadi ibadah."
Dr Rohaya isteri ketiga (daripada tiga isteri)
RAHSIA PEMBENTUKKAN KELUARGA SUPER - 5
Mengapa Poligami
"Anakku ….
Ketahuilah, poligami adalah kasih sayang Tuhan pada wanita. Poligami adalah kecintaan Rasul pada umatnya. Poligami adalah kasih sayang ayahmu pada ibu sebenarnya. Dia berikan segala-gala yang ibu perlukan untuk jadi wanita besar di dunia dan Akhirat"
Buat anak-anakku semuanya, terutama dua orang anakandaku yang kini sedang menuntut di perantauan….
Anak-anakku,
Seperti mana ibumu ini, maka kamu juga, ibu yakin akan dipoligamikan. Oleh kerana hari ini konsep poligami begitu disalah ertikan maka biarlah ibu terangkan padamu mengapa Allah lakukannya untuk kita. Dan bapa kamulah orang yang bertanggungjawap memperjuangkan ini semua untuk kita.
Anak-anakku sayang,
Mendirikan rumahtangga ialah merancang masa depan bagi kehidupan yang sesempurna-sesempurnanya. Di dalamnya biarlah sebuah environment yang kita boleh dapat segala-gala yang kita perlukan, yang siapa pun saja yang lahir dan berada di sana pasti tumbuh dengan penuh kesuburan dan kesempurnaan. Kamu tahu anakku, manusia tumbuh tidak seperti pertumbuhan pokok yang hanya perlukan makanan fizikal semata-mata: cahaya matahari, air dan karbon dioksida. Kalau semua itu cukup, pokok akan subur sehingga melahirkan buah-buah yang sedap-sedap. Tapi tidak dengan manusia.
Kecukupan keperluan fizikal semata-mata tidak menjamin sama sekali manusia dapat membuahkan akhlak-akhlak yang mulia, yang akan memartabatkan kesedapan orang padanya. Manusia amat perlukan layanan mental dan roh yang cukup seimbang anakku.
Sudah ramai kita lihat bukan, manusia yang tidak dibelai rohnya, telah jadi jahat dari binatang. Lalu tidakkah kamu menganggap bahawa, kemiskinan fizikal sebenarnya tidaklah membawa akibat seteruk bilamana manusia dilanda kemiskinan jiwanya!
Anak-anak buah hati ibu,
Lalu dalam sebuah rumahtangga itu, ketuanya yang bijak tentu akan menyediakan zat-zat yang lengkap untuk roh, mentaldan fizikal. Kerana rumahtangga sebenarnya adalah sebuah institusi pembinaan insaniah yang paling asasi. Dia mesti dipersiapkan terbaik dan terlengkap daripada institusi-institusi lain. Ya, dengan kata lain kalau institusi pertanian sahaja mempunyai environment yang begitu complete dan sophisticated, peralatan canggih, pegawai-pegawai pakar yang begitu banyak dan ramai demi membina pokok-pokok, apa saja pendapatmu tentang institusi manusia ini? Ayahmu memilih untuk melahirkan kamu dalam institusi dunia dan akhirat. Di dalamnya dia menyediakan sekurang-kurangnya 10 dewan kuliah yang membekalkan kepada penghuninya sekurang-kurangnya 10 keperluan insaniah mereka.
1. Pengurusan dan pentadbiran
2. Persekolahan dan pendidikan
3. Peribadahan
4. Perpaduan dan Kasih sayang.
5. Pemakanan dan pakaian.
6. Kewangan dan Ekonomi
7. Kejiranan dan tetamu
8. Perhubungan Luar
9. Kepimpinan
Anak-anakku sayang,
Bapa adalah pemimpin dalam masyarakat kecil ini. Dia mesti dapatkan pegawai-pegawai pelaksana polisi kepimpinanannya yang mampu menerima arahannya dari masa ke masa. Dia sendiri tidak boleh fokus pada satu-satu tugas atau jawatan kerana dia mesti berwatak global
Kamu setuju tak kalau ibu katakan bahawa sebenarnya isterilah pelaksana yang setepat-tepat untuk seorang suami dalam rumahtangga? Tapi kalau seorang saja pelaksana itu, tentulah tidak sempurna bukan? Kesempurnaan yang sebenarnya ialah kalau ada 4 ibu: ibu A pegang bahagian pengurusan, pentadbiran dan kewangan. Ibu B bertanggungjawab tentang persekolahan, pendidikan, peribadahanan perpaduan serta kasih sayang. Ibu C tumpukan pada pemakanan, tempat tinggal, pakaian dan kebersihan. Ibu D ambil kerja-kerja melayan jiran, tetamu, hubungan dengan luar dan penjagaan kawasan dan lain-lain.
Anak-anakku,
Apa kamu tidak idamkan istana yang global ini? Tidak indahkah punya 4 ibu yang menyayangi dan bertanggungjawab ? Cacatkah rupanya institusi kelahiranmu ini kerana poligami ? Berdosakah bapamu kerana memberi ini pada 4 orang wanita dan berpuluh-puluh anaknya yang dilahirkan?
Wahai cahaya mata ayah bonda,
Ibu tahu kamu tanyakan tentang perasaan ibu kerana bapa menggilirkan kasih-kasih untuk isterinya. Oleh kerana di tempat pengajianmu, kamu tidak akan dapat jawapan bagi persoalan ini, biar ibu jawapan disini!
Sebenarnya salah faham umat Islam hari ini bukan saja tentang konsep poligami bahkan konsep sembahyang itu pun sudah jauh lari dari kebenarannya. Sembahyang yang begitu agung dilihat begitu kecil dan ketinggalan apalagi poligami ini dan hakikat hidup dan erti kasih sayang. Ada orang bertanya kepada Rasulullah: “Apakah tuan tidak sayang pada Aisyah wahai Rasul hingga dia dipoligamikan ?”
Perhatikan jawapan Rasulullah ini wahai anakku: “Bahkan ! poligami inilah tanda kasih sayangku padanya!”
Anakku,
Kasih sayang itu bukan kerana tidur bersama setiap malam. Tidak juga kerana semua kekayaan tidak dikongsi dengan orang lain. Kamu kan tahu tentang adanya suami isteri yang tiap-tiap hari bergaduh walhal meraka hanya berdua dan cukup kaya? Sebaliknya kamu yang lapan beradik terpaksa kongsi kasih ayah dan ibu, tak pernah persoalkan tentang kasih sayang ibu ayah! Rasanya cukup saja semuanya. Ingat tak waktu kamu baru ada 3 adik, selalu bertanya kenapa tak dapat adik lagi? Kami tak cukup 3 nak lagi ! Hingga sekarang sudah jadi lapan. Kalau campur adik-beradik daripada ibu yang lain, semua sudah berpuluh ! Adakah kamu merasa malang kerana punya ramai saudara mara? Tidak. Bukankah kamu bertuah kerana punya ramai manusia yang saling mencintai?
Anak-anakku,
Dunia sekarang cukup kagum dengan seorang wanita yang berjaya korbankan perasaan demi keluarga! Dan dunia pun sedang cukup marah dengan wanita yang mementingkan diri sendiri, sombong, tamak, hasad dengki, dendam kesumat dan gila dunia. Supaya mereka jadi ibu-ibu manusia yang benar-benar berwatak ibu, mementingkan orang lain, merendahkan diri, pemaaf, pemurah, berwatak Akhirat, berjuang di jalan Allah dan lain-lain. Berkongsi haknya, saling bantu-membantu dan merendah diri. Bukankah indah -indah semuanya anakku? Lalu kalau ayahmu menciptkan untuk ibumu environment yang begitu sekali, apa yang tidak kenanya? Dan salahkah ayahmu menemankan ibu dengan adik dan kakak yang saling bekerjasama untuk kesempurnaan rumahtangga kita? Sedangkan kalau ibu sendirian pun bukannya mampu melayan ayahmu yang global itu. Sepinya istana kita kalau ketiadaan insan-insan mulia seperti Ibu Satu, Ibu Dua dan Ibu Tiga. Masing-masing kami mengambil ¼ peranan. Ketiadaan seorang ibu bererti rumah kehilangan ¼ peranan. Ketiadaan seorang bererti ¼ . Ibu sendiri sangat dhaif untuk mengambil semua peranan-peranan itu, anakku. Kamu semua dibesarkan dalam suasana inilah. Sebuah institusi global yang menyediakan seluruh keperluan ukhrawi dan duniawi untukmu. Percayalah bahawa apa yang kamu ada ini, sesungguhnya tiada pada anak-anak lain. Kalau ada pun tidak sesempurna ini, anakku. Adalah kerana ayahmu itu punya cita-cita besar di muka bumi ini. Dia ingin meniru sejarah bagaimana umat Islam memperolehi kegemilangannya. Bagaimana Rasulullah dan sahabat melakukannya?
Jelas sejarah mengatakan ia bermula dari rumah tangga. Institusi keluarga adalah tapak perjuangan. Bermodalkan taqwa mereka mencabut mazmummah lalu dapatlah ukhuwah dan keselarasan membangunkan empayar keluarga.
Akhirnya Wahai Anakku,
Izikan ibu berkata begini. Bahawa Tuhan telah menjawap soalanku, mengapa dibenarkan lelaki beristeri lebih dari satu? Kerana Allah dan Rasul itu punya rancangan besar untuk orang-orang bertaqwa, supaya mereka mengasaskan sebuah etnik yang punyai kekuatan yang cukup untuk diwariskan muka bumi Tuhan ini kepadanya Allah berikan kepada mereka rezeki, ilmu, pengikut, strategi, jalan keluar dari masalah, kesihatan, akhlak dan teknologi dan lain-lain kekuatan. Bukankah Allah berjanji bahwa TAQWA adalah sumber bagi semua itu?
Janganlah kamu tidak percaya bahawa Allah ada cara untuk lakukan itu semuanya untuk orang yang benar-benar mendalam perasaan terhadap-Nya. Dengan anak yang ramai, kalau 5 orang dapat jadi pemimpin, 5 jadi pegawai tadbir, 5 jadi korporat, 5 jadi motivator, 5 ahli teknologi dan 5 jadi kerani, bukankah keluarga kita; atas satu cita-cita; akan menaungi bangsa untuk menjadi empayar?
Kita bukan saja berdaulat di kalangan kita tapi juga di merata dunia! Dan waktu itu ibumu ini akan tercatat namanya oleh penulis sejarah sebagai salah seorang wanita yang terlibat sama dalam kerja-kerja besar ini. Ikut membangun agama Allah di maya pada. Apakah ini kecil nilainya anakku?
Adakah yang lain lebih besar dari ini bagi seorang wanita yang mendapat kesempatan hidup di bumi Tuhan ini? Susah sangatkah mazmummah terkutuk itu hendak diperangi sedangkan tukarannya ialah penghargaan bertaraf dunia yang jadi tiruan dan rujukan bangsa-bangsa. Siti Hajar menghiasai Al Quran kerana pengorbanan kecilnya, bukan?
Anakku,
Ketahuilah, poligami adalah kasih sayang Tuhan pada wanita. Poligami adalah kecintaan Rasul pada umatnya. Poligami adalah kasih sayang ayahmu pada ibu sebenarnya. Dia berikan segala-galanya yang ibu perlukan untuk menjadi wanita besar di dunia dan akhirat. Ibu bangga kalau nanti kau juga dapat melakukan ini untuk, keluargamu, untuk suami dan anak-anakmu tercinta!
Sekian dari ibu bersama doa mendalam buatmu, agar diberi hidayah dan taufik oleh Tuhan. Menjadi srikandi memperjuangkan kebenaran Allah dan Rasul-Nya.
Amin Ya Allah.
RAHSIA PEMBENTUKKAN KELUARGA SUPER - 4
Eksklusif : Luahan hati isteri pertama
"Poligami: hadiah untuk suami….." - Kak Jah
Poligami bagi seorang wanita, ibarat hempedu. Tidak ada seorang wanita pun di dunia ini suka untuk dipoligamikan. Kerana itu ia dimomokkan, dijadikan bahan perli, sehingga syariat Allah ini terbiar dan terpinggir, tidak digembar-gemburkan sepertimana syariat-syariat Allah yang lain. Kerana ia satu isu yang sangat sensitif bagi wanita, maka kaum lelaki juga turut meminggirkan syariat Allah itu, dengan alasan, menjaga hati kaum wanita. Walaupun sunnahtullah tetap berlaku.
Biarpun poligami itu dipandang negatif, tetapi tidak menghalang sama sekali kaum lelaki untuk berpoligami. Sama ada isteri pertama memberi izin atau tidak, sekiranya lelaki tetap bertegas untuk berbuat demikian, ia tetap akan berlaku. Tidak berlaku secara rasmi berlaku secara tersembunyi.
Biasanya yang tersembunyi itulah yang paling merbahaya. Apabila terbongkar, banyak masalah-masalah lain kan timbul. Boleh jadi keluarga berpecah-belah, boleh jadi berperang, dan tidak kurang juga ada yang bercerai-berai kerana bahang poligami itu sangat panasnya, menghancurluluhkan hati-hati kerana tidak menyangka sama sekali bahang itu akhirnya mengena diri mereka sendiri.
Jadi apakah persediaan kita, sekiranya hal-hal yang tidak disangka begini, berlaku pada kita? Bagaimanakah kaedah yang tepat untuk menanganinya? Wajarkah wanita menentang poligami, walhal ia juga syariat dari Tuhan. Bagaimana mungkin seorang mukmin itu mengambil setengah syariat, tetapi dalam masa yang sama meminggirkan syariat Allah yang lain? Sesuatu yang terpinggir dan tidak diambil peduli sekian lama itu, perlu dibongkar kembali, mesti diberi tafsiran baru, mesti diketengahkan sama seperti syariat Allah yang lain. Ikutilah temubual eksklusif dengan Ustazah , yang juga merupakan isteri pertama. Bagaimana beliau berjaya menangani isu poligami ini secara berhikmah, tanpa mencatatkan hati mana-mana pihak sekaligus menaikkan martabat poligami ke suatu tahap boleh merasai indahnya hidup berpoligami. Sehingga ujian kepahitan itu dianggap satu nikmat.
Kak Jah, begitulah nama panggilan yang telah sebati baginya. Orangnya sangat peramah, mudah mesra dengan sesiapa sahaja., tanpa mengira orang lama atau orang yang baru dikenal. Melihat wajahnya sahaja, dengan gelak tawanya yang manis, hati terasa sejuk walaupun tajuk yang akan diutarakan sangat 'berat'
"Perasaan?" Itulah pertanyaan pertamanya apabila diajukan persoalan mengenai poligami. Dengan senyuman manis, beliau menjawab, "Kak Jah, apabila diberitahu akan dipoligamikan, memanglah timbul perasaan cemas dan bimbang. Maklumlah wanita mana yang suka dipoligamikan. Cuma apabila mengenangkan inilah jalan pintas untuk wanita mendapatkan cinta Tuhan. Kak Jah kuatkan hati dan cuba menerimanya dengan rasa redha dan syukur. Syukur kerana Tuhan memberi peluang Kak Jah menempuh jalan ini.
"Lebih-lebih lagi ilmu mengenai poligami ini dah banyak Kak Jah pelajari. Kak Jah bersyukur kerana Kak Jah ada guru yang tidak pernah jemu mendidik serta memberi panduan-panduan. Jadi, Kak Jah terima poligami atas dasar perjuangan, untuk meningkatkan taqwa, untuk meningkatkan taqwa di sisi Allah, hendak tak hendak inilah jalan pintas menuju taqwa. Jalan ini merupakan laluan biasa para isteri salafussoleh. Inilah gelanggang pertarungan antara malaikat dengan iblis dan syaitan. Gelanggang ujian bagi iman dan taqwa, gelanggang sabar, gelanggang redha, gelanggang tawakal dan gelanggang peningkatan. Terpulanglah kepada kita, ingin menjejaki jalan ini, atau beredar sahaja. Dengan erti kata kalah sebelum bertarung. "Begitulah muqaddimah Kak Jah untuk sessi temubual ini.
"Kak Jah bersyukur, Allah memilih Kak Jah untuk tugas berat ini. Rupa-rupanya Tuhan memberi perhatian kepada Kak Jah. Sebab itu diuji dengan jalan ini. Ujian peningkatan taqwa. Bagaimanakah yang dikatakan 'peningkatan'? Peningkatan ini berdasarkan bagaimana kita nak 'maintain' perasaan kita terhadap suami. Dalam masa yang sama, tidak menjejaskan sangka baik kita dengan Tuhan terhadap atas ujian ini. Kalau dulu kita berdua dengan suami, sekarang kita terpaksa berkongsi suami dengan orang lain. Itulah persoalan umum kaum wanita yang menghadapi konflik poligami. Bagaimana nak 'maintain' kasih sayang terhadap suami, dalam masa yang sama kita dibayangi oleh perhatian dan kasih sayangnya terhadap wanita lain. Memang susah nak 'maintain' perasaan-perasaan ini. Sifat sabar terhadap suami, sifat baik sangka, sifat taat, tenang seperti dahulu, sebelum berpoligami. Lebih-lebih lagi apabila datang bayangan mengenai malam-malam giliran suami dengan madu kita. Itulah dinamakan 'pertarungan', kata Kak Jah lagi.
"Apabila datang perasaan-perasaan negatif sebegini, Kak Jah anggap inilah didikan Tuhan supaya gunakan masa ini untuk melebihkan munajat kepada Tuhan. Inilah masa kita mendekatkan diri dengan Tuhan. Mengadu dengannya:"Wahai Tuhan, bukankah Engkau Maha Bijak ?". Engkaulah yang memilih aku untuk masuk ke dalam gelanggang ini, kerana itu Engkaulah yang akan mendidik aku untuk memperbanyakkan sabar. Mudah-mudahan jambatan menuju taqwa ini tidak menghalang untuk aku sampai ke matlamat-Mu. Semoga payung emas yang Kau sediakan itu dapat memayungi aku di akhirat nanti. Apakah anugerah sebesar ini mesti aku persia-siakan begitu sahaja? Apakah simpati, perhatian dan kasih sayang ini tidak aku hargai sebaik-baiknya? Sedangkan ujian peningkatan ini, jika lulus. Syurgalah yang layak bagiku. Apakah tukaran semahal ini tergamak aku menolaknya? Bukankah hati mukmin itu sentiasa diuji ? Lagipun suami itu bukan milik kita. Ia milik Allah. Kalau milik Allah, terpulanglah kepada Allah untuk meng'hadiah'kan kepada sesiapa sahaja yang dirasakan layak. Apakah hak kita sebagai hamba untuk menyoal kerja Tuhan?".
Sememangnya Kak Jah seorang yang praktikal. Apa pun hadiah Tuhan selepas ini, dia pasrah. Sebab dia yakin Tuhan akan membelanya. Dia tidak keseorangan. Ada teman sejati iaitu Tuhan, yang membelanya.
Lebih menakjubkan tentang diri Kak Jah ini , sebaik saja suaminya berkahwin, beliau turut sama dalam rombongan pengantin menghantar suaminya ke rumah pengantin perempuan. Beliau mengucapkan tahniah dan memberi hadiah untuk kedua-dua mempelai.
Selepas itu bermulalah era baru bagi keluarganya. Beliau bersama madunya belajar hidup serumah "Bermulalah era pertarungan yang sebenarnya dalam bentuk praktikal. Alhamdulillah, berkat suami yang baik, anak dapat seorang lagi ibu dalam keluarga itu. Masing-masing diberi faham mengenai situasi baru tersebut dan bagaimana membentuk keluarga ke arah sebuah rumahtangga yang mampu menjadi model kepada masyarakat.
Sampai sekarang tidak ada persengketaan di antara mereka. Madu umpama kawan rapat, tempat mengadu, menagih kasih, saling hormat-menghormati, saling berkongsi masalah, saling mengenali peribadi masing-masing. Berjemaah bersama, memasak bersama-sama.
"Bukankah indah kehidupan begini? Adakah berlaku keindahan begini dalam keluarga monogami? Saya yakin tidak semua".
Apakah rahsia Kak Jah mengekalkan keharmonian dalam rumahtangganya sehingga tidak berlaku sebarang pergeseran atau saling bersenget-senget hati di antara anggota keluarga dalam rumah itu? Sebab kata orang, sedangkan lidah lagi tergigit, inikan pula persoalan hati, persoalan dengan madu.
"Rahsianya mudah saja. Tak ramai yang mampu buat!" kata Kak Jah, masih tetap senyum dan ramah. "Jadikan Tuhan cinta agung. Jadikan dia teman setia lagi membela. Apabila Tuhan dikenal dan dipuja, segala masalah, kita pulangkan pada-Nya. Dia memberi kekuatan pada roh, kerana itu roh tidak tergugat dengan masalah-masalah fizikal. Kalau selama ini kita sangka baik pada Tuhan, tiba-tiba apabila kita diuji dengan poligami, jangan pula keyakinan kita pada Tuhan tercabut. Sedangkan poligami itu kan syariat Tuhan juga. Mengapa syariat lain kita boleh terima, tetapi poligami tidak?
"Sebagai contoh, kita menanam pokok. Kita taburkannya dengan benih iman. Kita sirami dia setiap hari dengan kasih sayang, wirid dan zikir, sehingga pokok itu tumbuh subur, rimbun dan berdaun. Tiba-tiba datang ribut taufan menggoncang pokok tersebut hingga ke akar umbinya. Sanggupkah kita membiarkan pokok diterbangkan oleh ribut taufan itu sedangkan sudah sekian lama pokok itu kita jaga sehingga subur merimbun, tiba-tiba hendak dibiarkan tercabut begitu saja di sebabkan ribut taufan yang berlaku itu? Tentu tidak sama sekali. Jadi begitulah iman kita. Turun naiknya iman setiap kali ditimpa ujian, pulangkan kembali kepada Tuhan. Biar Tuhan menanganinya. Sebab ujian itu pun Tuhan yang datangkan. Pandailah Dia menyelesaikannya. Tetapi jangan biarkan iman tergadai disebabkan ujian yang menimpa. Bila itu dapat dipraktikkan dalam kehidupan kita, ujian kepahitan pun dapat kita anggap nikmat. Begitu juga poligami. Bila kita dapat anggapnya sebagai hadiah kita untuk suami, barulah 'kembara' itu ada keindahannya."
Begitu panjang lebar luahan rasa hati Kak Jah mengenai topik yang paling 'sensasi' ini. Semoga rahsia pengalaman yang baik ini dapat kita kongsi bersama.
RAHSIA PEMBENTUKKAN KELUARGA SUPER - 3
Mencintai Tuhan Kunci Perpaduan
Ramai yang memandang sinis terhadap poligami. Ia dilihat sebagai suatu 'kudis' yang menjijikan. Di mana-mana saja isu poligami ini dinegatifkan Di dalam ceramah, forum, perhimpunan-perhimpunan, ia dipersendakan. Tidak ada suatu usaha pun dibuat untuk menengahkan isu poligami di sudut ilmunya, apalagi di sudut praktikalnya. Bagaimana mungkin poligami yang buruk pada pandangan umum itu hendak direalisasikan sehingga wujud di dalamnya keadilan, pembelaan, perpaduan dan keindahan? Oleh itu mari kita tinjau pandangan , orang yang berjaya mewujudkan sebuah keluarga poligami yang layak menjadi 'role model' kepada masyarakat, sekaligus membuktikan poligami itu praktikal dan ada keindahannya tetapi dengan syarat individu -individu di dalamnya mencintai Tuhan.
Soalan : Apakah pandangan Ustaz terhadap poligami?
Ustaz : Poligami sebenarnya dibenarkan oleh syariat. Bila syariat Allah membenarkan, tentulah ada hikmah disebaliknya. Allah Maha Mengetahui, lebih daripada makhluk itu sendiri. Untuk itu mari kita renung sejenak hakikat poligami ini. Untuk apa lelaki berpoligami ? Di antara sebab- sebab yang dibenarkan ialah untuk meramaikan zuriat kerana daripada zuriatlah berkembang biaknya generasi-generasi yang baik, yang kita didik mereka dari awal supaya kenal dan cinta kepada Tuhan. Poligami juga bertujuan membela janda-janda, andartu dan lebihan wanita. Akhir zaman ini dunia dikuasai oleh wanita. Wanita lebih berpengaruh daripada lelaki sedangkan dalam waktu yang sama, kes-kes perceraian meningkat, secara tidak langsung meramaikan ibu-ibu tunggal. Yang sudah berusia, ingin berumahtangga tapi tidak dapat. Itu pun perlu difikirkan. Jadi alternatif terbaiknya ialah poligami. Ia dibenarkan oleh syariat sekalipun ramai menentangnya. Atas dasar syariat, maka poligami itu dikira 'menyelamatkan' kaum wanita itu sendiri. Selain daripada itu, poligami dapat menyelesaikan masalah suami sewaktu isterinya mengandung, bersalin dan lain-lain keuzuran. Kedengaran seperti menyebelahi kaum lelaki. Tetapi bagi wanita itulah dikatakan pengorbanan perasaan. Mengorbankan perasaan adalah suatu jihad, iaitu jihad melawan nafsu. Di sinilah wanita terjebak, 'frust, kecewa dan sebagainya itu bukan disebabkan poligami tetapi kerana lemahnya iman. Siapa juga yang tidak kuat iman, tidak cinta, tidak takut kepada Tuhan, akan hilang bahagia dengan apa saja bentuk ujian.
Soalan:Kalau bagi lelaki, tentu dia rasa poligami suatu yang seronok, tapi tidak bagi wanita. Jadi di mana indahnya poligami?
Ustaz :Keindahan dalam berpoligami itu ialah apabila kita mencintai Tuhan. Ukuran keindahan dinilai dari dua sudut, iaitu indah pada kacamata Islam, keduanya pada kacamata manusia. Jika keindahan itu disuluh dari kacamata Islam itulah yang terbaik. Sebab manusia biasanya menilai keindahan berdasarkan nafsunya.
Di mana ada penderitaan, di situlah manusia akan menderita. Tetapi apabila penderitaan itu disuluh dengan iman. Di situlah keindahannya. Ia boleh kita fahamkan begini: Contohnya berjuang. Jika diniatkan kerana Allah, terlaksana atau tidak matlamat perjuangan itu, sudah ada keindahannya. Sebab syarat-syarat ibadah sudah ditempuhi. Cuma berjaya atau gagalnya usaha kita, itu adalah hak Allah.
Berbalik kepada poligami, wanita kalau dibiarkan pada fitrah asalnya yang penuh emosi itu, tidak dikawal dan dipandu tindakannya, akan sentiasa keterlaluan dalam hidupnya. Dia akan jadi wanita yang sangat pemboros dan membazir. Dia juga akan sangat meninggikan diri, angkuh dan sombong. Dia akan menzalim dalam tindakannya sama ada sedar atau tidak.
Soalan: Bagaimana mengawal isteri supaya tidak terkeluar dari landasan syariat supaya dia tetap menjadi wanita sederhana, yang zuhud, pemurah, tawaduk, dan penyayang? Agar hatinya selamat dari sifat-sifat jahat dan selamat dari tindakan liar yang menyusahkan suaminya?
Ustaz : Antara kaedah-kaedahnya ialah:
1. Beri ilmu tentang manusia yang baik dan manusia yang tidak baik, tentang nasib manusia di akhirat. Ilmu tentang nafsu yang baik dan nafsu jahat.Ilmu tentang cara bermujahadah dengan nafsu yang jahat dan syaitan yang sangat jahat. Ilmu ini semua terdapat dalam kitab tasauf.
2. Didik ibadahnya agar ibadah itu berbekas di hati dan didik akhlaknya dengan akhlak yang baik. Suami menjadikan dirinya sebagai role model.
3. Menghukum kesalahan isteri dengan berhikmah. Misalnya kalau isteri menyalahgunakan wang, hentikan pemberian wang kepadanya beberapa waktu. Kalau dia menghina orang, elok dia dihina secara yang dibenarkan oleh syariat. Supaya dia tahu sakitnya seseorang yang kena hina. Peraturan menghukum pula, mula dinasihat, kalau tidak berubah dipukul. Jika tetap tidak berubah, diasingkan tempat tidurnya. Akhir sekali didatangkan dua pihak di kalangan ketua keluarga untuk mengadili dan membaiki.
4. Poligami adalah kaedah didikan dan pimpinan yang paling berkesan bagi isteri. Perempuan yang disusahkan dengan poligami, yakni di hari-hari gilirannya, adalah seperti pesakit yang doktor arahkan supaya berpuasa sebagai ubat kepada penyakitnya. Tetapi puasa itu bukan berterusan. Sehari puasa sehari tidak. Kesakitan berpuasa dan kenikmatan berbuka yang dipergilirkan itu akan mengimbangkan perjalanan penghazaman supaya sentiasa seimbang dan normal, tidak keterlaluan.
Soalan:Bagaimana sebenarnya konsep keadilan dalam konteks poligami.?
Ustaz : Sebagai pemimpin kepada isteri-isterinya, seorang suami mesti adil. Adil dalam Islam meletakkan sesuatu pada tempatnya. Adil dalam konteks poligami adalah meletakkan isteri-isterinya pada tempat yang tepat dengan kelayakkannya. Adil dalam menyediakan keperluan isteri-isterinya dan adil dalam mendidik isteri-isterinya. Isteri tidak hanya diberikan nafkah lahir dan batin tetapi juga diberikan didikan dan pimpinan rohaniah. Suami juga mesti adil dalam memberikan giliran kepada isteri-isteri.
Pendidikan poligami yang menggilirkan susah dan senang; sebenarnya memandu wanita agar sentiasa menengah, tidak keterlaluan, kiri atau kanan. Isteri-isteri mesti diletakkan pada tempatnya supaya tidak rosak. Seseorang yang kemampuannya hanya setakat jadi suri rumah, usah dibawa ke dalam soal kemasyarakatan sekalipun suaminya orang besar. Sebaliknya seorang isteri yang boleh diketengahkan dalam soal-soal kebajikan masyarakat, jangan dikurung di rumah sahaja. Dia hendaklah digalakkan bergelanggang di luar dengan menurut syariat. Seseorang yang berwatak ayam hendaklah diletakkan di tempat yang sesuai, jangan disuruh jadi watak kambing. Inilah keadilan. Ayam dipaksa menjadi watak kambing adalah satu penzaliman, sekalipun si ayam meminta dan meronta ingin menjadi watak kambing. Begitulah keadilan ini.
Hanya orang yang benar-benar takut kepada Tuhan mampu berlaku adil. Bila Tuhan tidak ditakuti, bukan saja poligami, malah keluarga monogami sendiri pun boleh hancur.
Soalan: Apakah rahsia Ustaz berjaya meyatupadukan isteri-isteri?
Ustaz : Saya mengikat isteri-isteri saya kepada Tuhan, bukan kepada diri saya. Sebab, apa pun yang kita lakukan, asasnya ialah rasa cinta dan takut kepada Tuhan. Jadi apabila timbul masalah dalam rumahtangga, saya akan menyuruh mereka memeriksa semula hubungan dengan Tuhan terutama soal sembahyang, mesti ada yang tidak beres. Itu saja rahsianya.
Sepertimana yang saya katakan, kalau tidak ada iman, bukan poligami saja yang bercerai-berai, monogami pun bercerai. Jadi, apa pun asasnya ialah iman. Apabila ada iman, berlakulah keadilan. Bila berlaku keadilan dalam rumahtangga itu, wujudlah kasih sayang, hormat-menghormati, berukhuwah dan sebagainya.
Apabila individu dalam keluarga itu diikat dengan cinta kepada Tuhan. Masing-masing redha-meredhai, wujud perpaduan dan keindahan. Apabila Tuhan yang direbutkan, suami harta dan dunia ini sudah menjadi kecil nilaiannya.
Sebab itu dalam rumah saya, sembahyang berjemaah itu saya tekankan. Disitulah rahsia perpaduan dalam rumahtangga sebenarnya. Disinilah perpaduan sebenarnya terbentuk. Sembahyang berjemaah adalah penghubung antara makhluk denga makhluk. Sembahyang mengikat hati-hati kita untuk mencintai Tuhan. Apabila Tuhan dicintai dan dibesarkan, senanglah untuk kita mencintai manusia lain. Senang untuk berkasih sayang, berukhuwah. Dengan lahirnya akhlak yang cantik ini, Allah sendiri akan mempertautkan hati-hati kita untuk mencintai makhluk-makhluk Allah yang lain.